Rabu, 24 Februari 2021

4 Pertimbangan Sebelum Apply KTA untuk Bisnis Kuliner

Industri kuliner adalah salah satu jenis usaha yang tidak pernah mati. 

Selalu ada kesempatan dan inovasi untuk mengembangkan bisnis ini. 

Tapi, salah satu langkah awal membangun bisnis yang sukses adalah menyiapkan modal. 

Kredit tanpa agunan atau KTA bisa menjadi salah satu sumber modal awalmu. 

Namun, sebelum menggunakan KTA untuk modal bisnis kuliner, pertimbangkan hal-hal penting berikut ini. 

1. Analisis pasar dan kompetitor 

Sebelum apply KTA untuk membangun usaha, hal pertama yang wajib kamu lakukan adalah mengetahui keadaan pasar. 

Ketahui tren dan apa yang masyarakat butuhkan. 
Kamu bisa mengetahuinya lewat trending media sosial atau artikel yang membahas tentang bisnis kuliner. 

Lihat juga kuliner yang sedang tren di luar negeri atau luar kota. 

Mungkin saja bisa kamu jadikan inspirasi atau opsi membuka franchise-nya. 

Franchise atau waralaba berpeluang sukses karena brand-nya sudah dikenal masyarakat. Selain kamu tidak perlu bersusah payah membangun reputasi dari nol, kemungkinan sukses bisnis waralaba bisa meyakinkan bank untuk menyetujui pengajuan KTA. 

Cek apa yang kompetitormu lakukan untuk menggali keunikan bisnis kulinermu. 

Misal, kamu ingin menjual burger. Jika mereka menggunakan daging impor, kamu bisa memilih daging lokal dengan value mendukung perekonomian masyarakat sekitar. 

Atau, kamu mengkreasikan daging burger yang cocok untuk vegetarian. 

2. Desain konsep secara matang

Seteleh mengetahui apa yang diinginkan target pasar dan hal unik yang bisa kamu tonjolkan, buat konsep bisnis kulinermu lebih matang. 

KTA memang bisa memodali berbagai konsep, namun kamu yang wajib menentukan detailnya. 

Beberapa konsep kekinian binis kuliner yang bisa kamu jadikan inspirasi adalah:

* Preorder-based 
Opsi ini cocok untuk bisnis kuliner rumahan dan pemula. 

Kamu tidak perlu pusing-pusing memikirkan stok bahan yang akan kadaluarsa karena pembuatan dilakukan berdasarkan pesanan. 

* Virtual restaurants 
Semakin merebaknya pandemi, konsep virtual menjadi populer, tak terkecuali untuk bisnis kuliner. 

Jenis restoran ini melayani pesanan hanya melalui online.

Konsep ini bisa menghemat sewa lokasi karena tidak melayani dine-in. 

Untuk pemesanan, kamu bisa menggunakan third party seperti ojek online atau membuat aplikasi sendiri. 

* Resto dan coworking space 
Banyak orang melalukan work from home (WFH), tapi mereka tetap butuh suasana baru agar lebih produktif. 

Kombinasikan fungsi restoran dan coworking space untuk menjawab kebutuhan konsumen tersebut. 

3. Bangun brand identity

Konsep sudah di tangan. Saatnya membangun identitas brand. Beberapa elemen pada brand identity adalah:

* Nama brand 
Pilih nama bisnis yang mudah diingat dan diiucapkan. Jika kamu bingung, mulai dari kata kunci terkait dengan konsep atau menu makananmu. 

* Logo 
Elemen ini penting karena sebagian besar orang lebih mudah mengingat visual daripada kata. Logo juga bisa merepresentasikan brand personality-mu. 

* Tagline
Apa yang kamu ingat dari brand Nike? Selain logo centangnya, mungkin saja adalah tagline-nya “Just do it”. Begitulah kekuatan tagline yang bisa membantu audiens mengingatmu. 

* Konten 
Bentuk identitas brand-mu melalui situs web atau media sosial. Desain konten yang mendidik dan menghibur agar target pasarmu lebih tertarik. 

Pembuatan identitas ini bisa menelan banyak dana, terutama ketika kamu menyerahkan sepenuhnya pada digital marketing agency atau desainer profesional. 

Tapi, investasi pada brand identiy bisa menjadi fondasi yang kuat untuk pemasaran. Gunakan KTA saja sebagai modal membangun brand-mu!
 
4. Perhitungkan biaya

Bisnis tidak akan berjalan tanpa modal. Sebelum menggunakan KTA atau sumber dana lainnya untuk membangun bisnis, hitung dulu biaya yang kamu butuhkan berdasarkan konsep yang sudah kamu rencanakan. 

Beberapa pertimbangan biaya untuk bisnis kuliner adalah:

* Biaya sewa tempat dan renovasi jika kamu memilih bisnis kuliner offline
* Pembuatan aplikasi, website, atau media sosial
* Furnitur dan peralatan memasak
* Strategi pemasaran (melalui online atau offline, termasuk promosi grand opening)
* Bahan baku
* Gaji karyawan 

KTA sangat fleksibel. Kamu bisa menggunakannya untuk sektor apapun dalam bisnis kulinermu. 

Mulai dari pembuatan identitas brand, hingga sewa tempat dan pembelian peralatan memasak. 

Jika kamu sudah yakin dengan perencanaan bisnismu, segera ajukan KTA melalui CekAja.com. 

Platform digital yang berdiri sejak 2014 ini bisa menjadi perantara terpercaya untuk pengajuan KTA karena CekAja diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Yuk, mulai bisnis kulinermu dan daftarkan pengajuan KTA melalui CekAja melalui halaman berikut ini https://www.cekaja.com/kredit-tanpa-agunan 

4 Pertimbangan Sebelum Apply KTA untuk Bisnis Kuliner

Industri kuliner adalah salah satu jenis usaha yang tidak pernah mati.  Selalu ada kesempatan dan inovasi untuk mengembangkan bisnis ini.  T...